Koleksi Terbaru Kami

LELONG ? BARANG LOW BUDGET KUALITAS HIGH !!!


Lelong yaitu sebutan bagi masyarakat Pontianak atau yang biasa dikenal dengan barang sechond adalah barang-barang bekas yang di import langsung dari luar negeri. Dahulu pakaian bekas ini dinamakan `Roma` yaitu kependekan dari Rombengan Malaysia. Lelong semakin dicari dikarenakan semakin mahalnya barang impor merk terkenal yang ingin dimiliki sedangkan budget yang dibutuhkan tidak memadai. Walaupun hanya barang bekas, kualitas dari lelong tersebut tidak kalah dari barang baru. Tidak hanya itu, barang lelong banyak di cari oleh masyarakat khususnya di Kota Pontianak Kalimantan Barat karena lelong tersebut banyak terdapat produk brand-brand terkenal dari Eropa maupun Manca Negara sehingga banyak sekali peminatnya.

Pontianak merupakan salah satu kota pemasok lelong terbesar di Indonesia. Hal itu karena Pontianak merupakan jalur perdagangan yang letak Geografisnya sangat strategis karena berbatasan langsung dengan Kuching dan beberapa Negara tetangga yaitu Brunei Darussalam, Malaysia & Filiphina. Sehingga barang-barang sechond banyak yang diimport langsung dari negara tersebut.

Sumber : Tribun Pontianak
Semakin berkembangnya zaman, keinginan untuk berkompetisi dalam barang import kepunyaan pribadi pun semakin kompleks. Itu terbukti karena banyaknya jumlah penjual lelong di pinggiran Kota Pontianak dan terdapat pasar Lelong pada saat weekend. Salah satu tempat terkenal di Kota Pontianak yang menjadi pusat perbelanjaan lelong adalah U.K Jeruju yang terletak di Jl. Kom Yos Sudarso. Barang-barang yang dijual pun beranekaragam mulai dari baju kaos, celana, jaket, sepatu bahkan pakaian dalaman sekalipun. Untuk hargapun bervariasi mulai dari Rp. 10.000.00 hingga Rp. 500.000.00 tergantung produk brand yang dijual.

Maka dari itu banyak masyarakat yang memburu pakaian lelong tersebut hanya dengan low budget sudah bisa mendapatkan barang dengan kualitas High.

Lihat Detail

sejarah keraton kadariyah pontianak



Tuesday, December 08, 2009 2:51 AM

Keraton Pontianak Keraton Pontianak yang megah dengan struktur bangunan dari kayu yang kokoh, didirikan oleh Sultan Syarief Abdurrachman Alqadrie pada tahun 1771. Keraton ini memberikan daya tarik khusus bagi para pengunjung dengan banyaknya artefak atau benda-benda bersejarah seperti beragam perhiasan yang digunakan secara turun-temurun sejak zaman dahulu. Disampaing itu, koleksi Tahta, meriam, benda-benda kuno, barang pecah-belah, dan foto keluarga, yang telah mulai pudar, menggambarkan kehidupan masa lampau. 

Terdapat mimbar yang terbuat dari kayu, serta ada pula cermin antik dari Perancis yang berada di aula utama yang oleh masyarakat setempat sering disebut “Kaca Seribu”.
Sultan juga meninggalkan harta-harta pusaka dan benda-benda warisan lainnya kepada anggota keluarga yang masih ada, untuk dipelihara dan dirawat. Keraton Kadariah yang berada didaerah kampung Dalam Bugis, Kecamatan Pontianak Timur ini, dapat dicapai dalam waktu kurang lebih 15 menit dari pusat Kota Pontianak.


keadaan keraton pontianak saat ini
Tuesday, December 08, 2009 2:12 AM
Gambaran kondisi Keraton Kadriyah Pontianak setelah diungkapkan Sultan Pontianak, Baginda Sultan Syarif Abu Bakar bin Syarif Mahmud Alkadrie, ternyata memancing sejumlah keprihatinan lainnya. Bahkan Wali Kota Pontianak Buchary A Rahman diminta menanggapi persoalan bangunan bersejarah tersebut, dengan mengalokasikan kucuran dana untuk merehabnya.

Heriyanto, mantan Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Provinsi Kalbar memandang, telah sewajarnya Pemerintah Kota Pontianak memberikan perhatian serius terhadap kondisi keraton yang saatnya untuk dibenahi. Dia meminta Wali Kota Buchary A Rahman mencurahkan perhatiannya serta peduli terhadap salah satu situs bersejarah peninggalan Kesultanan Pontianak di masa lalu. "Terus terang, perhatian Pak Wali terhadap keberadaan keraton sangat kecil, padahal ini kan nilai sejarah," tandas dia kepada Pontianak Post.

Keberadaan Kadriyah tak bisa dilepaskan dari berdirinya Kota Pontianak yang diawali dengan dikukuhkannya Kesultanan Pontianak pada 1771 M. Berdiri tegaknya bangunan istana yang kian hari kian dimakan usia, menimbulkan ketakutan beberapa kalangan bahwa bangunan yang didirikan Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie tersebut tak kuat menopang dirinya. Apalagi sebagaimana pernah diungkapkan Sultan Syarif Abu Bakar kepada Pontianak Post beberapa waktu lalu, 70 persen pondasi bawah keraton tak dapat dipertahankan lagi. Sementara atap keraton yang mencirikan bangunan di masa lalu diungkapkan dia telah mengalami kebocoran di beberapa sisi. 

Ketakutan tersebut tentu saja beralasan, dengan memandang beberapa bangunan keraton yang tersebar di beberapa daerah di Kalbar kini telah menyisakan puing akibat tak terjangkau perawatan. Sebut saja bangunan Istana Kerajaan Kubu, Istana Kerajaan Sekadau, Istana Surya Negara Kerajaan Sanggau, Istana Kerajaan Sukadana, serta Istana Kerajaan Simpang. "Ini kan merupakan aset nasional, merupakan peninggalan sejarah yang memberikan potret Kota Pontianak di masa lalu," ungkap dia.

Heriyanto berharap dibawah kepemimpinan wali kota yang kini dipimpin Budak Pontianak, mestinya tak melupakan asal-usul berdirinya kota yang kini berusia 235 tahun ini. Di masa lalu, dia mengungkapkan, ketika Kota Pontianak dipimpin orang-orang dari luar, perhatian masih tercurahkan. "Jangan sampai bangunan keraton dibiarkan begitu saja," tandas dia sembari meminta agar DPRD Kota Pontianak berperanan dengan memperjuangkan bangunan keraton. (ote)


Salah satu peninggalan bersejarah di kota Pontianak adalah Keraton Kadriyah.
Lokasinya tepat di pertemuan Sungai Kapuas dan Sungai Landak.
Bangunannya terbuat dari Kayu Belian (kayu besi) yang tetap kokoh, walau umurnya udah 300 tahun lebih.

Untuk mencapai kesana bisa di tempuh dengan perahu dari Aloon2, yang langsung menuju ke keraton dan beberapa tempat lainnya di pinggir kapuas.

Atau dengan kendaraan darat, dari pusat kota, menyebrangi jembatan Kapuas, beberapa puluh meter, belok kiri, masuk jalan kecil. Didepan Jalan ada Gapura Selamat datang di Keraton Kadriyah. Kalau bulan2 November dan Desember seperti sekarang ini, Jalan menuju Istana sering terendam banjir, jadi jangan menggunakan mobil jenis sedan/ rendah.

Dalam kesempatan kesana minggu lalu, ada yg sedikit menggembirakan, Kondisi Keraton sudah mulai di tata, sehingga kesan kumuh sedikit berkurang.


wawancara denganketurunan raja
Tuesday, December 08, 2009 2:12 AM
Wawancara ini kulakukan kepada salah seorang keturunan keraton kadriah. Ini adalah tugas wawancaraku yang pertama kali. Saat itu aku masih duduk di kelas 1 SMA. Namun karena masih amatiran berkali-kali aku datang ke keraton tersebut. Hari pertama karena ternyata kamera yang kupakai untuk mengambil gambar di sana tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Dan hari kedua karena kaset yang kami pakai pada saat merekam pembicaraan saat itu tiba-tiba saja rusak. Namun akhirnya dengan segala keterbatasan yang ada kami dapat menyelesaikan tugas ini.

1. Kapankah Keraton ini berdiri ?

Keraton Kadriah ini berdiri pada tahun 1781 dan pendirinya ialah Sultan Sy. Abdurrahman Al Kadri

2. Sudah berapa tahunkah Keraton ini berdiri ?
Umur keraton ini sekitar 223 tahun

3. Apakah masih ada keturunan Sultan Sy. Abdurrahman Alkadri ?
Ada, namanya Ratu Perbu Wijaya yang masih hidup, beliau adalah putri Sultan Sy. Abdurrahman yang masih hidup berumur sekitar 100 tahun

4. Siapa sajakah turun temurun para Sultan kerajaan Pontianak ?
Turun temurun para Sultan kerajaan Pontianak ialah :
? Sultan Sy. Abdurrahman Alkadri memerintah pada tahun 1771 – 1808, setelah itu digantikan
? Sultan Sy. Kasim Alkadri memerintah pada tahun 1808 – 1819, dan dilanjutkan kembali oleh
? Sultan Sy. Osman Alkadri memerintah pada tahun 1819 – 1855
? Sultan Sy. Hamid I Alkadri memerintah pada tahun 1855 – 1872
? Sultan Sy. Yusuf Alkadri memerintah pada tahun 1872 – 1895, dan digantikan lagi oleh
? Sultan Sy. Muhammad Alkadri memerintah pada tahun 1895 – 1944, kemudian karena putranya ditahan tentara jepang
Jadi, untuk mengisi kekosongan pemerintahan maka dinobatkanlah Sy. Thaha Alkadri sebagai Sultan ke – 7, dan dilanjutkan kembali oleh Sultan Sy. Hamid II Alkadri. Memerintah pada tahun 1945 hingga 1978 dan Sultan Sy. Hamid II ini juga sebagai pencipta lambang burung garuda yang dipakai sebagai alat pemersatu bangsa di Indonesia, beliau meninggal pada tanggal 30 Maret 1978.

5. Apa saja benda-benda peninggalan yang ada di Keraton ini ?
Di Keraton ini ada banyak sekali peninggalannya seperti kursi singgasana, tempayan, keris pusaka, tombak penobatan, pedang, cermin seribu, baju kesultanan dan Al-qur’an yang ditulis sendiri oleh Sultan Sy. Abdurrahman dan masih banyak lagi peninggalan lainnya.

6. Berapakah umur dari Al-Qur’an yang ditulis tangan oleh Sultan sendiri ?
Umur Al-Qur’an yang ditulis sendiri oleh Sultan sudah berumur 2 abad.

7. Mengapa disebut kaca seribu ? dan apakah kaca seribu ini diberi atau dibeli ?
Disebut kaca seribu karena, pantulannya bisa memantulkan bayangan kita hingga ribuan kali. Kaca seribu ini diberi oleh orang prancis pada tahun 1823.

8. Apakah ada adat istiadat di Keraton ini yang masih dijalankan ?
Ada, seperti acara perkawinan, gunting rambut bayi, tepong tawar, dan lain-lain.

9. Apakah orang yang bukan orang keraton diperkenankan melakukan perkawinan di keraton ?
Tidak boleh.

10. Dimana letak meriam yang menentukan letak istana Keraton ini ?
Berada tepat di depan Keraton ini dan juga disebut sebagai meriam stimbol, disebut meriam stimbol karena meriam inilah yang menentukan letak istana keraton ini.

11. Apa yang dimaksud dengan acara tepong tawar ?
Tepung tawar ialah acara pembersihan keris pusaka oleh para ahli waris kesultanan Pontianak di Keraton Kadriah.

12. Sultan keberapa sajakah yang ada di Pontianak ini ?
Yang ada di Pontianak ini ialah Sultan ke-6 dan ke-7.

13. Mengapa keraton ini selalu dilambangkan lancang kuning ?
Dilambangkan lancang kuning karena lancang kuning adalah alat transportasi laut tradisional kesultanan Pontianak dan sekaligus menjadi lambang keraton ini.

14. Apakah guna lonceng yang ada di depan ?
Lonceng itu berguna bila ada keadaan darurat maka akan dibunyikan


cerita singkat

Tuesday, December 08, 2009 2:12 AM
Di tepi sungai Kapuas kecil dan Sungai Landak berdiri megah Keraton Kadriah. Sebuah istana yang berukuran 30 x 50 meter dan mempunyai 3 tingkat, merupakan istana yang terbesar di Kalimantan Barat. Tidak jauh dari Keraton Kadriah ini menyerupai bangunan Meru di Bali, berdiri menghadap kiblat mesjid Jami’ Sultan Pontianak, bersatu dengan sejarah panjang leluhur Kesultanan Pontianak yang berasal dari kota Trim Hadral maut negara Arab.

Sultan Abdurrahman memerintah hingga tahun 1808. setelah itu Sultan Sy. Kasim Alkadri bin Sy. Abdurrahman Alkadri naik tahta dan memerintah hingga 1819.
Tanggal 14 bulan Rajab 1185 H, bertepatan dengan tanggal 23 Oktober 1781 dibangunlah tiang pertama kerajaan Pontianak.

Pada tahun 1944 Sultan Sy. Muhammad Alkadri ditawa Jepang beliau wafat dalam tawanan Jepang. Untuk mengisi kekosongan pemerintahan pada waktu itu maka dinobatkan Sy. Thaha Alkadri bin Sy. Oesman Alkadri menjadi Sultan pada tahun 1945.
Dengan masuknya tentara sekutu setelah mengalahkan Jepang, maka dinobatklanlah Sultan Sy. Hamid II Kadri menjadi Sultan Pontianak, dan pada tahun 1950 maka kerajaan Pontianak dihapuskan dan dilebur menjadi Propinsi Kalimantan Barat.

Adapun peninggalan-peninggalan dari keraton ini ialah meriam, kursi singgasana, tongkat penobatan, pakaian raja, Alqur’an yang ditulis tangan oleh Sultan Sy. Abdurrahman Alkadri sendiri, pedang, keris serta berbagai benda pusaka lainnya.

Sedangkan putri dari Sultan Sy.Muhammad Alkadri yang masih hidup hingga sekarang ini ialah Ratu Perbu Wijaya yang berumur sekitar 100 tahun. Adat istiadatnya pun hingga sekarang ini masih dijalanakan seperti acara perkawinan, gunting rambut bayi, tepong tawar dan lain-lain. Tapi yang boleh menjalankannya dikeraton hanyalah keturunannya selain itu tidak boleh.

Demikianlah cerita singkat tentang Keraton Kadriah semoga bermanfaat bagi kita semua, wassalamu’alaikum wr. wb.

Lihat Detail

hidup sehat ala rasulullah saw

Hidup Sehat ala Rasulullah, kita sebagai umat muslim tentunya harta yang paling berharga dalam dunia ini adalah kesehatan dan nikmat yang di berikan oleh Allah. Kesehatan adalah harta yang tak ternilai harganya.
Di zaman sekarang ini untuk meraih hidup sehat tidaklah mudah, apalagi kita yang tinggalnya pekotaan, yang kian hari makin meprihatikan karena adanya polusi udara dimana-mana, gaya hidup yang serba cepat, kesibukan yang menumpuk menjadikan sebagian orang tidak mampu merasakan nikmatnya hidup sehat ini.
Mengomsumi makanan fastfood atau makanan yang kurang sehat, kurangnya waktu untuk berolahraga dikarenakan kesibukan yang begitu padat. Disnilah kadang manusia terjebak pada pola hidup yang serba praktis dan cepat, sehingga menjadikan kesehatan begitu mahal harganya.
Salah satu nikmat yang diberikan oleh Allah kepada kita dan paling sering kita lupa dan lalai untuk kita syukuri yakni kesehtan nikmat sehat, dan nanti pada saat kita sedang sakit barulah kita menyadari bahwa kesehatan itu begitu penting dan sangat berarti dalam hidup ini.
Coba bayangkan jikalau kita sakit, maka seluruh jadwal yang telah kita atur tentunya akan berantakan, dan semuanya akan tertunda dan pastinya semua tugas dan kewajiban akan terbengkalai. Maka dari itu kita harus pandai-pandai mensyukuri nikmat sehat yang kita daparkan dengan cara menjaganya.
Pola Hidup Sehat Ala Rasulullah
Hidup Sehat Ala Rasulullah SAW

Pola Hidup Sehat Ala Rasulullah

Rasulullah merupakan syuri teladan yang terbaik, begitupun dalam hal kesehatan Rasul SAW sudah meganjurkan kita agar senantiasa memelihara hidup sehat itu sendiri. Berikut adalah beberapa anjuran pola hidup sehat oleh Rasulullah:
1. MAKAN SEKUCUPNYA
Telah termaktub dalam surat cintaNya QS.Thaha ayat 81 yang Artinya: Makanlah di antara rezki yang baik yang telah Kami berikan kepadamu, dan janganlah melampaui batas padanya, yang menyebabkan kemurkaan-Ku menimpamu. dan Barangsiapa ditimpa oleh kemurkaan-Ku, Maka Sesungguhnya binasalah ia.
Ayat diatas menegaskan kepada kita semua bahwa sesunguhnya janganlah kita berlebihan dalam makan karena akan berdampak buruk bagi kesehatan kita. Berbagai penyakit dapat muncul kalau kita sembarangan dan tidak mengatur pola makan kita dengan baik.
Makan adalah salah satu sarana untuk mendapatkan energi agar dapat melanjutkan aktifitas. Namun, jika kita makan terlampau kenyang juga tak baik untuk kesehatan kita, bisa menyebabkan kegemukan dan jika terlalu kenyang kita pun akan menjadi malas untuk melakukan aktifitas selanjutnya. Makan secukupnya sesuai dengan kadar kemampuan lambung kita untuk menampungnya dan memprosesnya menjadi energi, juga tak boleh makan terlampau sedikit karena kita akan cepat kehabisan energi dan akhirnya lemas saat beraktifitas.
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah, Rasul menyatakan bahwa hendaknya manusia hendaknya menjaga keseimbangan tubuhnya, sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk air dan sepertiga untuk udara. Karena itu, tindakan berlebihan dalam makan sungguh tidak sesuai dengan ajaran Rasul SAW.
2. BERISTIRAHAT YANG CUKUP
Setelah seharian beraktifitas, tubuh kita perlu beristirahat. Tidur yang cukup untuk ukuran orang dewasa adalah sekitar 6-8 jam. Tidur cukup sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh kita, apalagi untuk kita yang berstatus sebagai pekerja, tidur cukup dapat meningkatkan daya konsentrasi saat bekerja.
Kalau tubuh kita kekurangan tidur, maka kita akan sulit untuk berkonsentrasi, tubuh kita terasa lemas, dan sulit untuk berpikir jernih. Dan buat kita yang berstatus sebagai pencari ilmu, maka kita akan terancam gangguan mengantuk di kelas. Bagaimana kita akan dapat menyerap ilmu yang disampaikan sang guru/dosen bila kita dalam keadaaan mengantuk dan hal demikian adalah sebuah kerugian besar.
3. RAJIN BEROLAHRAGA
Dengan berolahraga, maka peredaran kita akan menjadi lancar, pembakaran kalori menjadi energi bisa menjadi optimal. Banyak berolahraga dapat menjauhkan kita dari berbagai macam penyakit, karena itu kita tidak boleh malas dalam berolahraga.
Minimal sekali dalam satu minggu, untuk menyeimbangkan gerak otot dan memperlancar asupan oksigen ke dalam otak sehingga meningkatkan daya konsentrasi. Olahraga tak mesti di tempat fitness yang mahal, berjalan kaki atau bersepeda termasuk sarana olahraga yang mudah dan murah.
4. BANGUN PAGI ATAU SUBUH
Ketika fajar menjelang, atau ketika subuh. Udara masih bersih dari polusi, sehingga sangat bagus untuk kesehatan paru-paru. Bangunlah lebih pagi untuk mendapatkan asupan udara bersih bagi paru-paru kita. Dengan bangun lebih pagi, kita juga bisa merencanakan apa yang akan kita lakukan secara lebih cermat dan tak terburu-buru. Agar bisa bangun lebih pagi, maka kita pun harus bisa tidur lebih awal.
5. BERPUASA SETIAP HARI SENIN DAN KAMIS
Selain berpahala, dengan berpuasa di hari Senin dan Kamis memberikan waktu bagi lambung kita untuk beristirahat. Bayangkan, setiap hari lambung kita disuruh bekerja keras untuk mencerna makanan setiap pagi, siang dan malam. Saat berpuasa, lambung kita akan beristirahat dan memproses makanan yang belum tercerna sebelumnya, juga dapat menyaring racun yang mungkin tersimpan dalam tubuh kita karena proses pencernaan makanan yang kurang sempurna.
6. SENANTIASA MENJAGA KEBESIHAN
Satu hal lagi yang tidak kalah pentingnya dalam gaya hidup sehat adalah menjaga kebersihan. Tempat yang kotor rentan menyebabkan penyakit, maka dari itu islam sangat menganjurkan untuk menjaga kebersihan diri, tempat tinggal, dan juga pakaian. Bahkan Rasulullah sendiri juga mengatakan bahwa kebersihan itu merupakan sebagian daripada iman. Maka, dengan menjaga kebersihan juga akan berdampak positif bagi kesehatan kita.
Demikian ulasan singkat hasbihtc.com mengenai gaya hidup sehat ala nabi Muhammad mari mencontoh pola hidup sehat Rasulullah SAW. Semoga bermanfaat.


Read more: http://www.hasbihtc.com/hidup-sehat-ala-rasulullah-saw.html#ixzz3ZPOx9U32
Lihat Detail

taman wisata alam bukit kelam

Taman Wisata Alam Bukit Kelammerupakan salah satu kawasan konservasi yang berstatus Hutan Wisata Alam. Terletak di Kabupaten Sintang, ±15 Km dari Kota Sintang. Kawasan Taman Wisata Bukit Kelam yang berada di wilayah Kecamatan Kelam Permai. Taman Wisata Bukit Kelam berada diantara dua sungai besar yaitu Sungai Melawi dan Sungai Kapuas
Sebagai objek wisata alam dan baik juga untuk lokasi terbang layang dan panjat tebing karena terletak pada ketinggian 50 – 900 meter dari permukaan laut dengan kemiringan antara 15° – 40° serta kemiringan diatas 45°.
Legenda
Taman Wisata Alam Bukit Kelam konon terkait dengan legenda Bujang Beji dan Tumenggung Marubai. Bujang Beji dan Tumenggung Marubai adalah kepala kelompok para penangkap ikan di Negeri Sintang (ibukota Kabupaten Sintang sekarang). Bujang Beji beserta kelompoknya menguasai Sungai Kapuas, sedangkan Tumenggung Marubai beserta kelompoknya menguasai Sungai Melawi.
Karena perbedaan hasil tangkapan ikan, muncul niat jahat Bujang Beji untuk menutup aliran sungan Melawi dengan batu besar. Lalu ia pergi ke Kapuas Hulu untuk mengangkat batu besar yang terdapat di puncak bukit Nanga Silat dan membawanya ke Sungai Melawi. Namun, di persimpangan Sungai Kapuas dan Sungai Melawi, dewi-dewi dari kayangan menertawakannya beramai-ramai. Tatkala mendongakan kepala mencari asal suara, tanpa disadarinya, ia menginjak duri beracun. Seketika itu juga batu yang dipikulnya terlepas dan kemudian terbenam di suatu tempat yang bernama Jetak.

Menurut legendanya, batu besar yang terbenam itu kemudian tumbuh perlahan-lahan menjadi sebuah bukit. Sekarang ini, bukit tersebut dikenal dengan Bukit Kelam, sebuah obyek wisata unik dan eksotik yang sangat dikagumi oleh para wisatawan. Dinamakan bukit kelam, karena batu-batu yang terdapat di bukit tersebut berwarna hitam.
Kawasan seluas 520 hektar itu oleh pemerintah pusat melalui surat keputusan menteri kehutanan RI nomor 594/Kpts-II/92 tanggal 06 Juni 1992 ditetapkan sebagai Taman Wisata Alam Bukit Kelam. Di puncak bukitnya terdapat gua-gua alam yang eksotis dan bernuansa magis yang di dalamnya terdapat burung walet.
Taman wisata alam Bukit Kelam ini terletak di Kecamatan Kelam Permai, Kabupaten Sintang, Kalbar. Melihat keunikan, keeksotisan, dan kekayaan hayati kawasan seluas 520 hektar lebih tersebut, pemerintah pusat melalui Surat Keputusan Menteri Kehutanan Republik Indonesia Nomor 594/Kpts-II/92 pada tanggal 6 Juni 1992, menetapkannya sebagai Taman Wisata Alam Bukit Kelam.

Keistimewaan
Panorama alamnya yang rancak dan alami, serta udaranya yang sejuk dan segar, menjadikan kawasaan ini tepat sekali dipilih sebagai tujuan rekreasi alam. Pengunjung dapat mencerap keindahan panoramanya sambil berjalan-jalan di kawasan tersebut, atau sambil duduk santai di shelter-shelter. Di kawasan ini, terdapat berbagai flora langka, seperti meranti (shorea sp), bangeris (koompassia sp), tengkawang (dipterocarpus sp), kebas-kebas (podocarpusceae), anggrek (archidaceae), dan kantong semar raksasa. Berbagai fauna langkanya, seperti beruang madu (heralctus mayalanus), trenggiling (manis javanica), kelelawar (hiropteraphilie), dan alap-alap (acciptiter badios), menambah daya tarik kawasan ini.

Bagi yang ingin ke puncak bukitnya, dapat melewati sebuah tangga batu yang memiliki ketinggian sekitar 90 meter yang terletak di sebelah barat Bukit Kelam. Bagi yang bernyali besar dan menyukai tantangan ekstrem, dapat mencapai puncaknya dengan melewati tebing batu yang terjal.
Di puncak bukitnya, terdapat gua-gua alam yang eksotik dan bernuansa magis yang di dalamnya banyak terdapat burung walet. Dan, dari atas puncaknya, terlihat hutan tropis yang lebat dan hijau di sekitarnya, Sungai Kapuas dan Sungai Melawi yang mengapit Kota Sintang, keindahan Kota Sintang dari kejauhan, dan areal persawahan yang menghampar luas di bawahnya. Bila musim hujan tiba, dari tempat ini juga terlihat air terjun yang memesona.

Ketinggian kawasan ini berkisar antara 50-900 meter di atas permukaan laut (dpl) dengan kemiringan antara 15°-40°, sehingga tepat sekali dijadikan tempat untuk melakukan olahraga terbang layang dan panjat tebing. Bagi penyuka olahraga lintas alam, di kawasan ini terdapat jalan setapak yang berliku-liku sampai ke dalam hutan dengan medan yang cukup berat. Pengunjung yang ingin berenang dan bermain tenis, di kawasan ini juga tersedia kolam renang dan lapangan tenis yang dapat digunakan setiap waktu. Bagi pengunjung yang ingin menikmati kawasan ini pada malam hari, juga disediakan camping ground yang luas dan aman.
Selain itu, di sini pengunjung juga dapat melihat Rumah Panjang (rumah tradisional suku Dayak) Ensaid Pendek dan Ensaid Panjang yang memiliki arsitektur khas. Di kawasan ini setiap tahunnya diadakan Gebyar Wisata Bukit Kelam yang menampilkan berbagai atraksi seni dan budaya dari masyarakat setempat, pameran wisata, fashion, permainan rakyat, dan lain sebagainya.
Lokasi
Taman Wisata Alam Bukit Kelam terletak di Kecamatan Kelam Permai, Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat, Indonesia.
Akses
Kabupaten Sintang berjarak sekitar 395 kilometer di sebelah timur Kota Pontianak, ibu kota Provinsi Kalimantan Barat. Dari Pontianak menuju Sintang, pengunjung dapat naik pesawat, taksi, bus travel, angkutan umum, atau kendaraan pribadi. Dari pusat Kota Sintang, Taman Wisata Alam Bukit Kelam berjarak sekitar 19 kilometer ke arah timur. Jalan menuju kawasan ini telah beraspal mulus dan dapat dilalui oleh kendaraan roda empat, sehingga pengunjung mudah mengaksesnya dengan menggunakan bus atau kendaraan pribadi dengan waktu tempuh sekitar 30-35 menit.
Setelah sampai di area parkir, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki menaiki tangga-tangga menuju kawasan Taman Wisata Alam Bukit Kelam. Untuk memudahkan pengunjung, di kawasan tersebut telah dibangun jalur wisata permanen yang menghubungkan satu objek wisata dengan objek wisata lainnya.

Akomodasi dan Fasilitas Lainnya
Di kawasan Taman Wisata Alam Bukit Kelam terdapat berbagai fasilitas, seperti pusat informasi pariwisata, pemandu wisata, balai pertemuan, panggung hiburan, papan penunjuk arah, camping ground, dan area hiking. Selain itu, di kawasan ini juga terdapat terminal bus, area parkir yang luas dan aman, warung makan, kolam renang, lapangan tenis, shelter-shelter, sentra oleh-oleh dan cenderamata, dan toilet. Pengunjung yang ingin menginap tidak perlu khawatir, karena di kawasan ini terdapat losmen dan wisma dengan berbagai tipe.

Bukit kelam dari dekat

Lihat Detail

sejarah berdirinya kabupaten sekadau

Nama Sekadau terambil dari sejenis pohon yang banyak tumbuh di muara sungai Sekadau. Penduduk setempat menamakannya Batang Adau.

Asal mula penduduk Sekadau adalah pecahan rombongan Dara Nante yang di bawah pimpinan Singa Patih Bardat dan Patih Bangi yang meneruskan perjalanan ke hulu sungai Kapuas. Rombongan Singa Patih Bardat menurunkan suku Kematu, Benawas, Sekadau dan Melawang. Sedangkan rombongan Patih Bangi adalah leluhur suku Dayak Melawang yang menurunkan raja-raja Sekadau.

Mula-mula kerajaan Sekadau terletak di daerah Kematu, lebih kurang 3 kilometer sebelah hilir Rawak. Raja pertama Sekadau adalah Pangeran Engkong yang memiliki tiga putra, yakni Pangeran Agong, Pangeran Kadar dan Pangeran Senarong. Sesudah Pangeran Engkong wafat, kerajaan diteruskan oleh putra keduanya, Pangeran Kadar, karena dinilai lebih bijaksana dari putra-putra yang lain. Karena kecewa, Pangeran Agong kemudian meninggalkan Sekadau menuju daerah Lawang Kuwari. Sedangkan Pangeran Senarong kemudian menurunkan penguasa kerajaan Belitang.

Setelah Pangeran Kadar wafat, pemerintahan dilanjutkan oleh putra mahkota Pangeran Suma. Pangeran Suma pernah dikirim orangtuanya untuk memperdalam pengetahuan agama Islam ke kerajaan Mempawah, karena itu pada masa pemerintahannya agama Islam berkembang pesat di kerajaan Sekadau. Ibukota kerajaan kemudian dipindahkan ke kampung Sungai Bara dan sebuah masjid kerajaan didirikan di sana. Pada masa ini pula Belanda sampai ke kerajaan Sekadau.

Pangeran Suma kemudian digantikan oleh putra mahkota Abang Todong dengan gelar Sultan Anum. Lalu digantikan lagi oleh Abang Ipong bergelar Pangeran Ratu yang bukan keturunan raja namun naik tahta karena putra mahkota berikutnya belum cukup dewasa. Setelah putra mahkota dewasa, ia pun dinobatkan memerintah dengan gelar Sultan Mansur. Kerajaan Sekadau kemudian dialihkan kepada Gusti Mekah dengan gelar Panembahan Gusti Mekah Kesuma Negara karena putra mahkota berikutnya, yakni Abang Usman, belum dewasa. Abang Usman kemudian dibawa ibunya ke Nanga Taman.

Sesudah pemerintahan Panembahan Gusti Mekah Kesuma Negara berakhir, Panembahan Gusti Akhmad Sri Negara dinobatkan naik tahta. Tetapi oleh penjajah Belanda, panembahan beserta keluarganya kemudian diasingkan ke Malang, Jawa Timur, dengan tuduhan telah menghasut para tumenggung untuk melawan Belanda.

Karena peristiwa tersebut, Panembahan Haji Gusti Abdullah kemudian diangkat dengan gelar Pangeran Mangku sebagai wakil panembahan. Ia pun dipersilakan mendiami keraton. Belum lama setelah penobatannya, Pangeran Mangku wafat. Ia kemudian digantikan oleh Panembahan Gusti Akhmad, kemudian Gusti Hamid. Raja Sekadau berikutnya adalah Panembahan Gusti Kelip.

Tahun 1944 Gusti Kelip tewas dibunuh penjajah Jepang. Pihak Jepang kemudian mengangkat Gusti Adnan sebagai pembesar kerajaan Sekadau dengan gelar Pangeran Agung. Ia berasal dari Belitang. Juni 1952, bersama Gusti Kolen dari kerajaan Belitang, Gusti Adnan menyerahkan administrasi kerajaan kepada pemerintah Republik Indonesia di Jakarta dengan tergabung dalam Kabupaten Sanggau.  
Pemerintahan Kabupaten Sekadau dibentuk berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2003 Tentang Pembentukan Kebupaten Melawi dan Kabupaten Sekadau di Provinsi Kalimantan Barat. Kabupaten Sekadau merupakan daerah pemekaran dari Kabupaten Sanggau, maka sejak Tahun 2003 resmi menjadi kabupaten sendiri dengan nama Kabupaten Sekadau.
Lihat Detail

Profil Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat

Nama Resmi:Kabupaten Sekadau
Ibukota:Sekadau
Provinsi :Kalimantan Barat
Batas Wilayah:
Utara: Kabupaten Sintang
Selatan: Kabupaten Ketapang
Barat: Kabupaten Sanggau
Timur: Kabupaten Sintang
Luas Wilayah:5.444,20 Km²
Jumlah Penduduk:
203.748 Jiwa 
Wilayah Administrasi
Website
:

:
Kecamatan: 7, Kelurahan:-, Desa:76

 


(Permendagri No.66 Tahun 2011)

Sejarah

Nama Sekadau terambil dari sejenis pohon yang banyak tumbuh di muara sungai Sekadau. Penduduk setempat menamakannya Batang Adau.
Asal mula penduduk Sekadau adalah pecahan rombongan Dara Nante yang di bawah pimpinan Singa Patih Bardat dan Patih Bangi yang meneruskan perjalanan ke hulu sungai Kapuas. Rombongan Singa Patih Bardat menurunkan suku Kematu, Benawas, Sekadau dan Melawang. Sedangkan rombongan Patih Bangi adalah leluhur suku Dayak Melawang yang menurunkan raja-raja Sekadau.
Mula-mula kerajaan Sekadau terletak di daerah Kematu, lebih kurang 3 kilometer sebelah hilir Rawak. Raja pertama Sekadau adalah Pangeran Engkong yang memiliki tiga putra, yakni Pangeran Agong, Pangeran Kadar dan Pangeran Senarong. Sesudah Pangeran Engkong wafat, kerajaan diteruskan oleh putra keduanya, Pangeran Kadar, karena dinilai lebih bijaksana dari putra-putra yang lain. Karena kecewa, Pangeran Agong kemudian meninggalkan Sekadau menuju daerah Lawang Kuwari. Sedangkan Pangeran Senarong kemudian menurunkan penguasa kerajaan Belitang.
Setelah Pangeran Kadar wafat, pemerintahan dilanjutkan oleh putra mahkota Pangeran Suma. Pangeran Suma pernah dikirim orangtuanya untuk memperdalam pengetahuan agama Islam ke kerajaan Mempawah, karena itu pada masa pemerintahannya agama Islam berkembang pesat di kerajaan Sekadau. Ibukota kerajaan kemudian dipindahkan ke kampung Sungai Bara dan sebuah masjid kerajaan didirikan di sana. Pada masa ini pula Belanda sampai ke kerajaan Sekadau.
Pangeran Suma kemudian digantikan oleh putra mahkota Abang Todong dengan gelar Sultan Anum. Lalu digantikan lagi oleh Abang Ipong bergelar Pangeran Ratu yang bukan keturunan raja namun naik tahta karena putra mahkota berikutnya belum cukup dewasa. Setelah putra mahkota dewasa, ia pun dinobatkan memerintah dengan gelar Sultan Mansur. Kerajaan Sekadau kemudian dialihkan kepada Gusti Mekah dengan gelar Panembahan Gusti Mekah Kesuma Negara karena putra mahkota berikutnya, yakni Abang Usman, belum dewasa. Abang Usman kemudian dibawa ibunya ke Nanga Taman.
Sesudah pemerintahan Panembahan Gusti Mekah Kesuma Negara berakhir, Panembahan Gusti Akhmad Sri Negara dinobatkan naik tahta. Tetapi oleh penjajah Belanda, panembahan beserta keluarganya kemudian diasingkan ke Malang, Jawa Timur, dengan tuduhan telah menghasut para tumenggung untuk melawan Belanda.
Karena peristiwa tersebut, Panembahan Haji Gusti Abdullah kemudian diangkat dengan gelar Pangeran Mangku sebagai wakil panembahan. Ia pun dipersilakan mendiami keraton. Belum lama setelah penobatannya, Pangeran Mangku wafat. Ia kemudian digantikan oleh Panembahan Gusti Akhmad, kemudian Gusti Hamid. Raja Sekadau berikutnya adalah Panembahan Gusti Kelip.
Tahun 1944 Gusti Kelip tewas dibunuh penjajah Jepang. Pihak Jepang kemudian mengangkat Gusti Adnan sebagai pembesar kerajaan Sekadau dengan gelar Pangeran Agung. Ia berasal dari Belitang. Juni 1952, bersama Gusti Kolen dari kerajaan Belitang, Gusti Adnan menyerahkan administrasi kerajaan kepada pemerintah Republik Indonesia di Jakarta. dan pada tahun 2003 menjadi kabupaten

Arti Logo

Peraturan daerah Kabupaten Sekadau nomor 03 tahun 2005 tentang lambing daerah Kabupaten Sekadau telah menetapkan bentuk, warna arti, makna dan ukuran. Dalam peraturan daerah dimaksud, Lambang daerah terdiri dari 9 ( Sembilan ) unsur bagian meliputi :
a.      Bintang
b.      Padi  dan Kapas
c.      Peta
d.      Pita
e.      Sungai Dengan Dua Alur
f.       Pohon Karet dan Buah Tengkawang
g.      Tahun 2003
h.      Tujuh Torehan.
i.        Akar Pohon Karet
Bentuk keseluruhan lambang daerah, berbentuk perisai bersudut enam, yang mengandung arti dan makna menggambarkan kesiagaan serta ketahanan.
Lamabang daerah menggunakan t ( tujuh ) warna : Kuning, Putih, Merah, Hijau, Biru Laut, Hitam dan Coklat mengandung arti :
a.      Warna kuning melambangkan keluhuran, keagungan dan kedaulatan;
b.      Warna putih melambangkan kesucian;
c.      Warna merah melambangkan keberanian dalam  kebenaran;
d.      Warna hijau melambangkan kesuburan dan kemakmuran;
e.      Warna biru laut melambangkan ketentraman, ketertiban dan kedamaian;
f.       Warna hitam melambangkan kekal abadi;
g.      Warna coklat melambangkan kemandirian dan ketabahan
Arti dan makna unsur Lambang Daerah :
a.      Bintang bersudut lima mengandung arti dan makna sebagai suatu Negara kesatuan yang  bersendikan pancasila;
b.      Padi dan kapas melambangkan kesejahteraan dan kemakmuran dan merupakan cita-cita  seluruh masyarakat Kabupaten Sekadau;
c.       Peta melambangkan Kabupaten Sekadau yang merupakan bagian dari wilayah provinsi  kalimantan barat;
d.     Pita bertuliskan Kabupaten Sekadau merupakan identitas kabupaten sekadau
e.      Sungai dengan dua alur melambangkan bahwa ibu kota Kabupaten Sekadau merupakan  tempat bertemunya dua sungai besar yaitu sungai Sekadau dan sungai Kapuas;
f.        Pohon karet dan buah tengkawang melambangkan komoditi utama masyarakat Kabupaten  Sekadau sejak dulu dan  merupakan tulang punggung perekonomian serta mata  pencaharianmasyarakat;
g.      Tahun 2003 menununjukan berdirinya Kabupaten Sekadau.
h.      Tujuh torehan  pada pohon karet melambangkan 7 wilayah kecamatan administrative pada  saat terbentuknya Kabupaten Sekadau;
i.        Akar pohon karet melambangkan masyarakat Kabupaten Sekadau tumbuh dan  berkembang secara kokoh dan kuat dengan asas kekeluargaan.
Lihat Detail

sekilas info~ PMR (Palang Merah Remaja) dan sejarahnya.


Palang Merah Remaja atauPMR adalah wadah pembinaan dan pengembangan anggota remaja yang dilaksanakan olehPalang Merah Indonesia. Terdapat di PMI Cabang seluruh Indonesia dengan anggota lebih dari 1 juta orang Anggota PMR merupakan salah satu kekuatan PMI dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan kemanusiaan dibidang kesehatan dan siaga bencana, mempromosikan Prinsip-Prinsip Dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional, serta mengembangkan kapasitas organisasi PMI.
Sejarah
Terbentuknya Palang Merah Remaja dilatar belakangi oleh terjadinya Perang Dunia II (1859) pada waktu itu Austria dan Francis sedang mengalami peperangan. Karena kekurangan tenaga untuk memberikan bantuan, akhirnya mengerahkan anak-anak sekolah supaya turut membantu sesuai dengan kemampuannya. Mereka diberikan tugas – tugas ringan seperti mengumpulkan pakaian-pakaian bekas dan majalah-majalah serta Koran bekas. Anak-anak tersebut terhimpun dalam suatu badan yang disebut Palang Merah Pemuda (PMP) kemudian menjadi Palang Merah Remaja (PMR).
Pada tahun 1919 di dalam sidang Liga Perhimpunan Palang Merah Internasional diputuskan bahwa gerakan Palang Merah Remaja menjadi satu bagian dari perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah. Kemudian usaha tersebut diikuti oleh negara-negara lain. Dan pada tahun 1960, dari 145 Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah sebagian besar sudah memiliki Palang Merah Remaja.
Di Indonesia pada Kongres PMI ke-IV tepatnya bulan Januari 1950 di Jakarta, PMI membentuk Palang Merah Remaja yang dipimpin oleh Ny. Siti Dasimah dan Paramita Abdurrahman. Pada tanggal 1 Maret 1950 berdirilah Palang Merah Remaja secara resmi di Indonesia.
Pendidikan dan pelatihan PMR
Palang Merah Remaja atau PMR adalah organisasi kepemudaan binaan dari Palang Merah Indonesia yang berpusat di sekolah-sekolah dan bertujuan memberitahukan pengetahuan dasar kepada siswa sekolah dalam bidang yang berhubungan dengan kesehatan umum dan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan.
Untuk mendirikan atau menjadi anggota palang merah remaja disekolah, harus diadakan Pendidikan dan Pelatihan Diklat untuk lebih mengenal apa itu sebenarnya PMR dan sejarahnya mengapa sampai ada di Indonesia, dan pada diklat ini para peserta juga mendapatkan sertifikat dari PMI. Dan baru dianggap resmi menjadi anggota palang merah apabila sudah mengikuti seluruh kegiatan yang diadakan oleh palang merah remaja disekolah.
PMI mengeluarkan kebijakan pembinaan PMR:
1.            Remaja merupakan prioritas pembinaan, baik dalam keanggotaan maupun kegiatan kepalangmerahan.
2.            Remaja berperan penting dalam pengembangan kegiatan kepalangmerahan.
3.            Remaja berperan penting dalam perencanaan, pelaksanaan kegiatan dan proses pengambilan keputusan untuk kegiatan PMI.
4.            Remaja adalah kader relawan.
5.            Remaja calon pemimpin PMI masa depan.
Tujuan pembinaan dan pengembangan PMI masa depan:
1.            Penguatan kualitas remaja dan pembentukan karakter.
2.            Anggota PMR sebagai contoh dalam berperilaku hidup sehat bagi teman sebaya.
3.            Anggota PMR dapat memberikan motivasi bagi teman sebaya untuk berperilaku hidup sehat.
4.            Anggota PMR sebagai pendidik remaja sebaya.
5.            Anggota PMR adalah calon relawan masa depan.
Jumbara
Jumbara atau Jumpa Bhakti Gembira adalah kegiatan besar organisasi PMR seperti halnya jambore pada organisasi Pramuka.Jumbara diadakan dalam setiap tingkatan. Ada jumbara tingkat kabupaten, daerah dan Jumbara Nasional. dimana pelaksanaanya disesuaikan dengan kemampuan PMI daerah yang bersangkutan.
Tribakti PMR
dalam PMR ada tugas yang harus dilaksanakan, dalam PMR dikenal tri bakti yang harus diketahui, dipahami dan dilaksanakan oleh semua anggota. TRIBAKTI PMR (2009) tersebut adalah:
1.            Meningkatkan keterampilan hidup sehat
2.            Berkarya dan berbakti kepada masyarakat
3.            Mempererat persahabatan nasional dan internasional.
Tingkatan PMR
Di Indonesia dikenal ada 3 tingkatan PMR sesuai dengan jenjang pendidikan atau usianya
1.            PMR Mula adalah PMR dengan tingkatan setara pelajarSekolah Dasar (10-12 tahun). Warna emblem Hijau
2.            PMR Madya adalah PMR dengan tingkatan setara pelajar Sekolah Menengah Pertama (12-15 tahun). Warna emblem Biru Langit
3.            PMR Wira adalah PMR dengan tingkatan setara pelajarSekolah Menengah Atas (15-17 tahun). Warna emblem Kuning
Prinsip Dasar kepalang-merahan
Dalam PMR dikenalkan 7 Prinsip Dasar yang harus diketahui dan dilaksanakan oleh setiap anggotanya. Prinsip-prinsip ini dikenal dengan nama"7 Prinsip Dasar Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional" (Seven Fundamental Principle of Red cross and Red Crescent).
·   Kemanusiaan
Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah lahir dari keinginan untuk memberikan pertolongan kepada korban yang terluka dalam pertempuran tanpa membeda-bedakan mereka dan untuk mencegah serta mengatasi penderitaan sesama. Tujuannya ialah melindungi jiwa dan kesehatan serta menjamin penghormatan terhadap umat manusia. Gerakan menumbuhkan saling pengertian, kerja sama dan perdamaian abadi antar sesama manusia.
·   Kesamaan
Gerakan memberi bantuan kepada orang yang menderita tanpa membeda-bedakan mereka berdasarkan kebangsaan, ras, agama, tingkat sosial atau pandangan politik. tujuannya semata-mata ialah mengurangi penderitaan orang lain sesuai dengan kebutuhannya dengan mendahulukan keadaan yang paling parah.
·   Kenetralan
Gerakan tidak memihak atau melibatkan diri dalam pertentangan politik, ras, agama, atau ideologi.
·   Kemandirian
Gerakan bersifat mandiri, setiap perhimpunan Nasional sekalipun merupakan pendukung bagi pemerintah dibidang kemanusiaan dan harus mentaati peraturan hukum yang berlaku dinegara masing-masing, namun gerakan bersifat otonom dan harus menjaga tindakannya agar sejalan dengan prinsip dasar gerakan.
·   Kesukarelaan
Gerakan memberi bantuan atas dasar sukarela tanpa unsur keinginan untuk mencari keuntungan apapun.
·   Kesatuan
Didalam satu Negara hanya boleh ada satu perhimpunan Nasional dan hanya boleh memilih salah satu lembaga yang digunakan Palang merah Bulan Sabit Merah. Gerakan bersifat terbuka dan melaksanakan tugas kemanusiaan diseluruh wilayah negara bersangkutan.
·   Kesemestaan
Gerakan bersifat semesta. Artinya, gerakan hadir diseluruh dunia. Setiap perhimpunan Nasional mempunyai status yang sederajat, serta memiliki hak dan tanggung jawab yang sama dalam membantu sama lain.
Situs resmi Palang Merah Indonesia
alang Merah Remaja atau PMR adalah wadah pembinaan dan pengembangan anggota remaja yang dilaksanakan oleh Palang Merah Indonesia. Terdapat di PMI Cabang seluruh Indonesia dengan anggota lebih dari 1 juta orang[1]. Anggota PMR merupakan salah satu kekuatan PMI dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan kemanusiaan dibidang kesehatan dan siaga bencana, mempromosikan Prinsip-Prinsip Dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional, serta mengembangkan kapasitas organisasi PMI.
Lihat Detail
 
Copyright © 2014. BukaBaju Template - Design: Gusti Adnyana